Win rate adalah pembuka, bukan kesimpulan
Banyak trader berhenti terlalu cepat ketika melihat win rate di atas 70 persen. Masalahnya, angka itu tidak memberi tahu seberapa besar kerugian saat strategi salah. Satu kekalahan besar bisa menghapus banyak kemenangan kecil.
Saat membaca hasil backtest, perlakukan win rate sebagai sinyal awal saja. Setelah itu, cek average profit, average loss, profit factor, dan distribusi hasil trading. Di situlah kualitas strategi mulai terlihat.
Perhatikan struktur risiko, bukan hanya hasil akhirnya
Equity curve yang naik rapi memang menarik, tetapi drawdown yang dalam bisa membuat strategi sulit dijalankan secara psikologis. Bahkan strategi yang menguntungkan tetap buruk jika penurunannya terlalu ekstrem untuk modal dan toleransi pengguna.
Trade frequency juga penting. Strategi dengan hasil tahunan bagus tetapi hanya menghasilkan beberapa transaksi mungkin terlihat stabil secara statistik, padahal belum cukup kuat untuk dijadikan dasar keputusan besar.
Gunakan hasil backtest untuk mempersempit asumsi
Backtest bukan alat untuk membuktikan bahwa ide Anda benar. Fungsinya justru untuk menemukan di mana ide itu rapuh. Jika satu perubahan kecil pada parameter membuat performa runtuh, strategi itu mungkin belum cukup robust.
Cara baca yang sehat adalah mencari konsistensi lintas periode, lintas kondisi pasar, dan lintas variasi parameter yang masuk akal. Semakin mudah strategi pecah, semakin rendah kepercayaan yang layak Anda berikan.