BBCA Momentum2.50(+3.2%)
TLKM Breakout1.80(-2.1%)
ASII RSI4.20(+5.7%)
BMRI MA Cross0.90(-1.3%)
UNVR Bollinger3.10(+4.8%)
BBRI Support1.70(+2.4%)
GGRM Resistance2.30(-3.6%)
ICBP Trend2.90(+3.9%)
KLBF MACD1.20(-1.8%)
INDF Stochastic3.80(+4.5%)
ADRO Fibonacci1.40(+2.1%)
PTBA Williams3.10(-4.2%)
ITMG Pivot2.80(+3.5%)
ANTM Channel0.70(-1.1%)
TINS Divergence4.60(+6.2%)
INCO Squeeze1.90(+2.7%)
VALE Hammer2.60(-3.8%)
MDKA Doji0.80(+1.2%)
SMGR Engulfing3.40(+4.1%)
WIKA Harami1.50(-2.3%)
BBCA Momentum2.50(+3.2%)
TLKM Breakout1.80(-2.1%)
ASII RSI4.20(+5.7%)
BMRI MA Cross0.90(-1.3%)
UNVR Bollinger3.10(+4.8%)
BBRI Support1.70(+2.4%)
GGRM Resistance2.30(-3.6%)
ICBP Trend2.90(+3.9%)
KLBF MACD1.20(-1.8%)
INDF Stochastic3.80(+4.5%)
ADRO Fibonacci1.40(+2.1%)
PTBA Williams3.10(-4.2%)
ITMG Pivot2.80(+3.5%)
ANTM Channel0.70(-1.1%)
TINS Divergence4.60(+6.2%)
INCO Squeeze1.90(+2.7%)
VALE Hammer2.60(-3.8%)
MDKA Doji0.80(+1.2%)
SMGR Engulfing3.40(+4.1%)
WIKA Harami1.50(-2.3%)
BBCA Momentum2.50(+3.2%)
TLKM Breakout1.80(-2.1%)
ASII RSI4.20(+5.7%)
BMRI MA Cross0.90(-1.3%)
UNVR Bollinger3.10(+4.8%)
BBRI Support1.70(+2.4%)
GGRM Resistance2.30(-3.6%)
ICBP Trend2.90(+3.9%)
KLBF MACD1.20(-1.8%)
INDF Stochastic3.80(+4.5%)
ADRO Fibonacci1.40(+2.1%)
PTBA Williams3.10(-4.2%)
ITMG Pivot2.80(+3.5%)
ANTM Channel0.70(-1.1%)
TINS Divergence4.60(+6.2%)
INCO Squeeze1.90(+2.7%)
VALE Hammer2.60(-3.8%)
MDKA Doji0.80(+1.2%)
SMGR Engulfing3.40(+4.1%)
WIKA Harami1.50(-2.3%)
Kembali ke blog
ScreeningTim algosaham.ai18 Februari 20265 min read

Membangun proses screening saham yang masuk akal

Screener yang baik bukan yang memunculkan banyak kandidat, tetapi yang memperkecil noise sebelum analisis lebih dalam dilakukan.

Gunakan screener untuk menyusutkan universe, bukan mengambil keputusan akhir.

Campurkan filter likuiditas, kualitas bisnis, dan momentum sesuai horizon trading Anda.

Semakin banyak filter tidak selalu berarti semakin baik.

Mulai dari batasan paling praktis

Likuiditas, ukuran perusahaan, dan sektor biasanya lebih penting di awal daripada indikator yang terlalu spesifik. Filter dasar semacam ini membantu Anda menghindari kandidat yang secara operasional sulit diperdagangkan.

Setelah universe lebih bersih, baru tambahkan filter teknikal atau fundamental yang relevan dengan gaya strategi Anda.

Jangan jadikan screener sebagai mesin pembenaran

Screener sering dipakai secara terbalik: trader sudah suka pada satu ide, lalu menambah filter sampai hanya saham yang mendukung keyakinannya yang tersisa. Itu bukan proses seleksi, itu proses pembenaran.

Desain screener yang sehat adalah yang bisa dijelaskan dengan sederhana dan tetap masuk akal saat dijalankan berulang kali.